Yamaha MX King 2017 Juara Dengan Kompresi Rendah

  • Sabtu, 9 September 2017 06:45 WIB

Yamaha MX King 2017 (Banjarmasin) | Candra

Tim Yamaha Yamalube Reni Abadi KYT IRC Cream Pie MBKW2, sengaja seting kompresi rendah pada Yamaha MX King pacuan Raimonag Firdaus.

Justru ini yang bikin Firdaus sukses sabet podium di kelas MP1 (bebek 4-tak 150 cc tune up seeded).

Itu terjadi saat berlaga dalam kejurnas Motoprix region Kalimantan.

Kejadian ini saat seri MP di sirkuit Pasir Panjang, Singkawang, Kalimantan Barat.

(BACA JUGANih Rahasia Yamaha Jupiter Z1 2014 Taklukkan MX King dan Sonic)

1. KUNCI TAHAN LAMA.

Fajar selaku mekanik tim, mematok rasio kompresi di angka 12,5 : 1.

Ini dilakukan supaya motor bisa bertahan selama 20 lap, dengan kondisi sirkuit sangat panas saat itu.

Apalagi karakter sirkuitnya rolling speed, yang menuntut sering gantung gas. 

"Jika bermain kompresi terlalu tinggi, dikhawatirkan  motor mudah jebol menjelang lap-lap terakhir,” terang Fajar.

(BACA JUGA : Substirusi Gir Depan Suzuki GSX 150 Series Pakai MX King )

Terbukti, MX King Raimonag bisa menempel ketat rombongan depan dan sempat berada di posisi 1 beberapa lap. Namun akhirnya harus puas finish di urutan ke-3.

undefined

2. PISTON & KOMPRESI.

Berjibaku di kelas MP1, piston andalkan label SND berdiameter 57,0 mm, dengan dome tidak terlalu tinggi.

Piston ini dipasang mendem 1 mm dari bibir boring (saat berada di Titik Mati Atas/TMA), dalam kondisi paking terpasang.

Kombinasi ini saat diukur pakai buret, didapat rasio kompresi sebesar 12,5 : 1.

3. HEAD.

Guna mengail asupan gas deras ke ruang bakar, serta memperlancang pembuangan hasil pembakaran, klep digedein dari 23/20 mm (in/ex), jadi 24/21 mm.

Buka-tutup keempat klep tersebut (2 isap dan 2 buang), diatur kem kustom, dengan durasi bagian in diset selama 272º dan ex 273º.

Sedangg tinggi angkatan klepnya (lift) dipatok 8,5 mm untuk bagian in dan 8,7 mm pada ex.

4. MAGNET.

Agar putaran mesin bisa cepat dan tinggi, Magnet diganti pakai rotor buatan SND, dengan jumlah tonjolan 11 buah.

Pakai rotor ini, lebih cocok dengan oprekan yang saya terapkan.

Efeknya juga cukup besar di putaran atas, imbuhnya sembari bilang otak pengapian pakai produk aftermarket keluaran Taiwan.

undefined

5. THROTTLE BODY & INJEKTOR. 

Sebagai pengontrol masuknya udara, Fajar mengganti throttle body bawaan motor pakai keluaran SYS, dengan diameter venturi 32,8 mm. Sementara untuk menucukupi semprotan bahan bakar, Fajar mengaplikasi 2 buah injektor.

Injektor utama tetap di intake, dengan jumlah hole 12 buah, sedangkan injektor kedua pakai yang 10 hole, dan ditempatkan di moncong velocity stack.

Injector timing diset di 390° selama 3,7 ms. Injektor pertama menyemprot di bukaan gas 0-100%, sedang yang kedua 50-100%, aau mulai di 7.000 rpm,” terang Fajar lagi.

6. RASIO TRANSMISI.

Meskipun dibekali rasio 6-speed, tapi mekanik andalan tim Banjarmasin ini tidak menggunakan 6 gigi, melainkan hanya sampai di gigi 5 saja.

Namun dengan setingan untuk sirkuit permanen, dengan perbandingan gigi I dibikin 13/34 mata, gigi II: 18/30, gigi III: 22/30, gigi IV: 21/25 dan gigi V: 21/22.

DATA MODIFIKASI

Ban           : IRC Fast1, 90/80-17

Throttle body : SYS

Knalpot       : Creampie (www.motorplus-online.com)

Reporter : Motorplus
Editor : Hendra

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×