Motor Bore Up, Perhatikan Offset Pistonnya

  • Senin, 4 September 2017 07:31 WIB

Pilih Piston Motor Bore Up | Dok.M+

Bagi para pecinta upgrade performa motor dengan cara bore up, pernah gak ngalamin dinding piston cepat baret?

Nah, kebanyakan sih pada nuduh itu akibat kualitas oli kurang bagus.

Eitss.. nanti dulu bor! Pernah bilang ke beberapa konsumen, coba bongkar lagi piston yang dipakai, lalu ukur offset pistonnya. Bisa jadi karena itu,” jelas Jessy ‘Coq’ Siswanto, boss Kawahara Racing.

Apa itu offset piston?

(BACA JUGA :  Awas, Mesin Bore Up Perlu Perhatian Khusus)

Coba deh sobat ambil piston, lalu perhatikan posisi pen pistonnya.

Bila dilihat sepintas, posisi pen piston tersebut seperti berada di tengah.

Tapi, coba bro ukur secara teliti pakai sigmat, jarak antara pen piston ke dinding piston pada sisi ex, dilanjutkan ke sisi in-nya.

Kebanyakan piston motor sekarang, ada beda sekian milimeter antara sisi in dan ex.

Nah, itu yang dinamakan offset.

“Pabrikan merancang piston dengan offset tertentu, pasti ada pertimbangannya. Yakni untuk mengurangi friksi berlebih pada dinding piston. Nah, bila kita gunakan piston dengan offset tidak sama dengan bawaan pabrik, efeknya jelas akan membuat friksi piston pada sisi tertentu akan lebih besar. Itu yang bikin piston jadi baret. Apalagi dipakai di mesin upgrade yang rpm-nya tinggi,” bilang Coq.

Makanya Coq dalam merancang piston keluaran Kawahara, selalu menyamakan offsetnya sesuai standar pabrik.

“Kalau dulu memang sempat gak terpikir ke situ. Tapi, setelah dipelajari lebih dalam dan diterapkan di piston Kawahara keluaran sekarang, tidak terjadi lagi kendala itu,” akunya.

Namun memang tak semua piston motor menganut offset.

Artinya, ada yang posisi pin pistonnya benar-benar berada di tengah.

"Seperti di Satria F-150 karbu. Memang bikin suara mesin jadi lebih halus, namun piston tanpa offset tidak akan tahan putaran tinggi. Paling maksimal hanya 12.500 rpm. Di atas itu stang seher rawan putus. Makanya, BRT ngeluarin piston buat F-150 dengan offset 0,7 mm. Aman buat digeber di atas 12.500 rpm," ungkap bos Bintang Racing Team, Tomy Huang.

CARA UKUR OFFSET PISTON

Misalnya diameter piston yang dipakai adalah 57 mm, dengan pen 14 mm.

Kalau dibagi tengah, berarti posisi center piston ada di 28,5 mm.

Sedang garis tengah pen piston tingal bagi 14:2 = 7 mm.

Nah, coba ukur jarak pen piston (dalam keadaan terpasang di piston) ke dinding luar piston pakai sigmat. Baik ke sisi ex atau sebaliknya ke sisi in.

Cara ukurnya silakan lihat gambar.

Jika didapat jarak ke dinding piston bagian ex sejauh 35 mm dan yang ke sisi in 36 mm.

Maka selisih jarak antara bagian in dan ex adalah 36 – 7 = 29, dikurangi 35 – 7 = 28 sama dengan 1 mm.

Maka bila ditarik dari garis tengah piston yang berada di 28,5 mm, artinya besaran offsetnya adalah 1 mm : 2 = 0,5 mm ke arah ex.

Jadi, sebelum memutuskan tebus piston berdiameter gede untuk motor kesayangan sobat, harus tahu dulu jarak offset piston standarnya.

“Kalau gue mau bore up motor, patokannya selalu dari piston standar motor itu. Karena dari pengalaman, bila pakai piston yang offset beda, kebanyakan sering macet, karena gesekan berlebihan dengan boring,” aku Ricard Riesmala, dari bengkel A2 Speed di kawasan Joglo, Jakarta Barat.

Tuh kan! (www.motorplus-online.com)

Sumber : motorplus-online.com

Reporter : Motorplus
Editor : Hendra

KOMENTAR

MOST READ
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×